Pengaruh Komunikasi Antarbudaya Dalam Komunikasi Antarpribadi- Makalah Mahasiswa

(Makalah Komunikasi Antar Budaya)

Disusun Oleh:

MIFTAHUL HAQ

Makalah ini dibuat sebagai tugas UAS dari mata kuliah Komunikasi Antarbudaya

Dosen Pengampu:

KHOLID NOVIYANTO, MA. Hum

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS HUMANIORA

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

2016 / 1437

BAB. I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam keberagaman seperti suku, bangsa, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya. Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Untuk mengenal budaya yang satu dengan yang lainnya diperlukan adanya komunikasi. Dengan berkomunikasi seseorang dapat memahami perbedaan antar budaya yang satu dengan yang lainnya.

Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik. Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan komunikasipun turut menentukan budaya. Komunikasi antar budaya terjadi apabila bagian yang terlibat dalam kegiatan komunikasi membawa latar belakang budaya pengalaman yang berbeda dan mencerminkan nilai yang dianut oleh kelompoknya.

Berkomunikasi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seseorang yang hidup bermasyarakat, tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat, maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.

  1. 2. RUMUSAN MASALAH
  2. Maksud dan tujuan dari komunikasi antarbudaya
  3. Pengertian yang ada pada komunikasi antarbudaya dan antar pribadi.
  4. Pengaruh yang ditimbulkan komunikasi antarbudaya terhadap komunikasi antar pribadi.
  5. Optimalisasi hubungan komunikasi antarpribadi

BAB. II

PEMBAHASAN

 

  1. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
  2. HAKIKAT KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
  3. Pengertian Komunikasi

Komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu “cum”, sebuah kata depan yang artinya dengan, atau bersama dengan, dan kata units, sebuah kata bilangan yang berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata benda communio, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan communion yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan atau hubungan. Karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka kata itu dibuat kata kerja communicate yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar menukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman. Jadi komunikasi berarti pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses hubungan antara satu orang dengan orang lain atau kelompok atau sebaliknya, yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama melalui pertukaran informasi yang dapat berpengaruh terhadap sikap atau tingkah laku orang lain.

  1. Pengertian Budaya

Kata ”budaya” berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu ”buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, yang berarti budi atau akal. Kebudayaan itu sendiri diartikan sebagai hal yang berkaitan dengan budi atau akal.

Istilah lainnya ”culture” yang merupakan istilah bahasa asing, sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata ”colere” yang artinya adalah mengolah atau mengerjakan, keahlian mengolah, mengerjakan tanah atau bertani. Kata colere yang kemudian berubah menjadi culture diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

  1. JENIS DAN BENTUK KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Ada beberapa jenis atau model komunikasi yang menjadi bagian dari komunikasi antarbudaya antaralain komunikasi internasional (International Communications), komunikasi antarras (interracial communication), komunikasi antaretnis (interethnic communication).

Pertama, komunikasi internasional (International Communications), yaitu proses komunikasi antara bangsa dan negara. Komunikasi ini tercermin dalam diplomasi dan propaganda, dan seringkali berhubungan dengan situasi intercultural (antarbudaya) dan interracial (antarras). Komunikasi internasional lebih menekankan kepada kebijakan dan kepentingan suatu negara dengan negara lain yang terkait dengan masalah ekonomi, politik, pertahanan, dan lain-lain.

Menurut K.S. Sitaram, bahwa komunikasi internasional adalah komunikasi antara struktur-struktur politik alih-alih antara budaya-budaya individual, artinya komunikasi internasional dilakukan antara bangsa-bangsa, sering lewat para pemimpin negara atau wakil-wakil negara (menteri luar negeri, duta besar, konsul jenderal, dan sebagainya). Para wakil negara tersebut mewakili kepentingan negaranya dalam upaya meyakinkan negara lain atas berbagai kebijakan.

Secara lebih spesifik (Liliweri,2001:22) studi-studi komunikasi internasional disandarkan atas pendekatan-pendekatan maupun metodologi sebagai berikut:

  • Pendekatan peta bumi (geographical approach) yang membahas arus informasi maupun liputan internasional pada bangsa atau Negara tertentu, wilayah tertentu, ataupun lingkup dunia, di samping antarwilayah.
  • Pendekatan media (media approach), adalah pengkajian berita internasional melalui suatu medium atau multimedia.
  • Pedekatan peristiwa (event approach) yang mengkaji suatu peristiwa lewat suatu medium.
  • Pendekatan ideologis (idelogical approach), yang membandingkan sistem pers antarbangsa atau melihat penyebaran arus berita internasional dari sudut ideologis semata-mata.

Kedua, komunikasi antarras (interracial communication), yaitu suatu komunikasi yang terjadi apabila sumber dan komunikan berbeda ras. Ciri penting dari komunikasi antarras ini adalah peserta komunikasi berbeda ras. Ras adalah  sekelompok orang yang ditandai dengan ciri-ciri biologis yang sama. Secara implisit komunikasi antarras ini termasuk ke dalam komunikasi antarbudaya. Hambatan utama dalam komunikasi antar-ras ini adalah sikap curiga kepada ras lain. Misalnya orang Jepang berkomunikasi dengan orang Amerika.

Ketiga, komunikasi antaretnis (interethnic communication), yaitu berkaitan dengan keadaan sumber komunikannya, sama ras/suku bangsa tetapi berbeda asal etnis dan latar belakangnya. Kelompok etnik adalah kelompok orang yang ditandai dengan bahasa dan asal-usul yang sama. Oleh karena itu komunikasi antaretnik merupakan komunikasi antarbudaya. Misalnya,  komunikasi antara orang-orang Kanada Inggris dengan Kanada Prancis. Mereka sama-sama warga negara Kanada, sama rasnya tetapi mempunyai latar belakang, perspektif, pandangan hidup, cita-cita, dan bahasa yang berbeda.

  1. FAKTOR PEMICU KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Suatu fenomena atau realitas tidak hadir dengan sendirinya, melainkan selalu melibatkan faktor pemicunya. Beberapa faktor pemicu yang melatarbelakangi komunikasi antarbudaya adalah:

  1. A. Aspek Kepentingan Domestik

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat dikatakan sebagai negara yang unik sekaligus fenomenal.  Dengan berbagaimacam keragaman yang dimilikinya mulai dari Sabang sampai Marauke yang terdiri dari beragam suku, etnik, bahasa, budaya, agama dan sebaginya. Indonesia “bak kembang setaman”, dimana perbedaan menjadi sesuatu yang indah. Untuk mewujudkan keberagaman tersebut menjadi potensi yang konstruktif, dibutuhkan kemampuan komunikasi antarbudaya yang memadai, baik untuk menjalin hubungan informal antari ndividu yang berbeda budaya, maupun hubungan formal antara pemerintah dengan rakyatnya dalam konteks birokrasi.

  1. B. Aspek Kepentingan Internasional

Teknologi komunikasi dan transportasi yang semakin maju dan modern telah menyatukan bangsa-bangsa  ke dalam orde bangsa-bangsa global. Secara faktual, sampai saat ini masih terasa berbagai ketimpangan seperti ekonomi, politik, teknologi, bahkan ideologi antara bangsa-bangsa yang sudah maju dengan bangsa-bangsa berkembang. Ketimpangan yang terjadi bukan saja dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan politik semata, tetapi sudah merambah ke masalah arus informasi dan komunikasi antarnegara maju dan berkembang.

  1. C. Aspek Kepentingan Saling Kebergantungan Ekonomi

Saat ini kebanayakan negara secara ekonomi bergantung pada negara lain (negara maju/kaya). Negara-negara yang sedang berkebang membutuhkan dana banyak untuk mendanai pembangunan di negerinya, dan itu salah satunya bergantung kepada negara-negara yang memiliki modal. Misalnya, Indonesia bergantung kepada Jepang, Amerika, dan negara-negara donor lainnya. Kebergantungan ekonomi mengharuskan mengetahui pola pergaulan dengan negara-negara sahabat (pemilik modal) yang sudah barang tentu memiliki kultur (budaya) yang berbeda. Di sinilah komunikasi antarbudaya berperan sebagai sarana pergaulan internasional.

  1. RUANG LINGKUP KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Pada dasarnya, ruang lingkup komunikasi antarbudaya  tidak jauh berbeda dengan komunikasi secara umum. Namun yang menjadi penekanannya yaitu pada perbedaan budaya diantara para peserta komunikasinya. Berdasarkan analisis sederhana, ruang lingkup komunikasi antarbudaya dapat dirinci ke dalam empat wilayah utama, yaitu:

  • Mempelajari komunikasi antarbudaya dengan pokok bahasan proses komunikasi antarpribadi dan komunikasi antarbudaya termasuk di dalamnya, komunikasi di antara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan, suku bangsa, ras dan etnik.
  • Komunikasi lintas budaya dengan pokok bahasan perbandingan pola-pola komunikasi antarpribadi lintas budaya.
  • Komunikasi melalui media di antara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan namun menggunakan media, seperti komunikasi internasional.
  • Mempelajari perbandingan komunikasi massa, misalnya membandingkan sistem media massa antarbudaya, perbandingan komunikasi massa, dampak media massa, tatanan informasi dunia baru.
  1. KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
  2. PENGERTIAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

            Di dalam suatu masyarakat, Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan nonbisnis),dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami (informal).

Sedangkan dalam suatu organisasi komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara manajer dengan karyawan atau karyawan dengan karyawan.

  1. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu :

  1. Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self).
  2. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional.
  3. Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi.
  4. Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
  5. Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi. Contoh : dialog antara A dan B satu sama lain saling bergantungan
  6. 3. TUJUAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ADALAH:
  • Menyampaikan informasi
  • Berbagi pengalaman
  • Menumbuhkan simpati
  • Melakukan kerja sama
  • Menceritakan kekecewaan atau kekesalan
  • Menumbuhkan motivasi
  1. EFEKTIFITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang. Setelah kita memahami pengertian komunikasi antarpribadi, dalam perjalanannya antara komunikasi antarpribadi kepada sebuah konsep diri sebaiknya kita memberikan sedikit pemarapan tentang ciri komunikasi antarpribadi yang efektif menurut Kumar (Wiryanto, 2005: 36) dan De vito (Sugiyo, 2005: 4) adalah sebagai berikut :

  1. Keterbukaan (Opennes)

Sikap keterbukaan paling tidak menunjuk pada dua aspek dalam komunikasi antarpribadi. Pertama, kita harus terbuka pada orang lain yang berinteraksi dengan kita, yang penting adalah adanya kemauan untuk membuka diri pada masalah-masalah yang umum, agar orang lain mampu mengetahui pendapat, gagasan, atau pikiran kita sehingga komunikasi akan mudah dilakukan. Dari keterbukaan menunjuk pada kemauan kita untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain secara jujur dan terus terang terhadap segala sesuatu yang dikatakannya.

Keterbukaan atau sikap terbuka sangat berpengaruh dalam menumbuhkan komunikasi antarpribadi yang efektif. Keterbukaan adalah pengungkapan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang dihadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan untuk memberikan tanggapan kita di masa kini tersebut.

Johnson Supratiknya, (1995: 14) mengartikan keterbukaan diri yaitu membagikan kepada orang lain perasaan kita terhadap sesuatu yang telah dikatakan atau dilakukan, atau perasaan kita terhadap kejadiankejadian yang baru saja kita saksikan. Secara psikologis, apabila individu mau membuka diri kepada orang lain, maka orang lain yang diajak bicara akan merasa aman dalam melakukan komunikasi antarpribadi yang akhirnya orang lain tersebut akan turut membuka diri.

  1. Positif (Positiveness)

Rasa positif merupakan kecenderungan seseorang untuk mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihan, menerima diri sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain, memiliki keyakinan atas kemampuannya untuk mengatasi persoalan, peka terhadap kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima. Dapat memberi dan menerima pujian tanpa pura-pura memberi dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.

Sugiyo (2005: 6) mengartikan bahwa rasa positif adalah adanya kecenderungan bertindak pada diri komunikator untuk memberikan penilaian yang positif pada diri komunikan. Dalam komunikasi antarpribadi hedaknya antara komunikator dengan komunikan saling menunjukkan sikap positif, karena dalam hubungan komunikasi tersebut akan muncul suasana menyenangkan, sehingga pemutusan hubungan komunikasi tidak dapat terjadi. Rahmat (2005: 105) menyatakan bahwa sukses komunikasi antarpribadi banyak tergantung pada kualitas pandangan dan perasaan diri; positif atau negatif. Pandangan dan perasaan tentang diri yang positif, akan lahir pola perilaku komunikasi antarpribadi yang positif pula. Contoh : dalam berkomunikasi antar individu selalu berlaku jujur dan selalu berperasangka baik terhadap orang yang di ajak komunikasi.

Contoh lain misalnya sam adalah anak yang rajin, ia optimis dengan belajar yang tekun dan rajin, maka dia akan berhasil dan sukses.

  1. Kesamaan (Equality)

Kesetaraan merupakan perasaan sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap orang lain terhadapnya. Rahmat (2005: 135) mengemukakan bahwa persamaan atau kesetaraan adalah sikap memperlakukan orang lain secara horizontal dan demokratis, tidak menunjukkan diri sendiri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual kekayaan atau kecantikan. Dalam persamaan tidak mempertegas perbedaan, artinya tidak mengggurui, tetapi berbincang pada tingkat yang sama, yaitu mengkomunikasikan penghargaan dan rasa hormat pada perbedaan pendapat merasa nyaman, yang akhirnya proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan lancar.

  1. Empati (Empathy)

Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada posisi atau peranan orang lain. dalam arti bahwa seseorang secara emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang dirasakan dan dialami orang lain. Contoh : Dua jurnalis yang dikirim pada suatu kasus sosial. Dua jurnalis ini sama-sama memiliki ilmu yang hebat dalam jurnalistik. Pembedanya adalah, salah satu jurnalistik ini hanya terpaku pada pedoman jurnalistik tanpa mempedulikan keadaan lingkungan sekitar, karena itu informasi yang ia peroleh hanyalah berasal dari orang-orang yang benar-benar mau bekerja sama dengannya. Berbeda dengan jurnalis lainnya. Ia berusaha mendekatkan diri pada korban, keluarga korban, dan kerabat dekatnya, ia juga merasakan hal yang sama dirasakan oleh korban, karena itu bagi keluarga korban dan kerabat-kerabatnya, jurnalis tersebut merupakan teman yang baik, dan bisa untuk berbagi kesedihan. Inilah perbedaan mendasar dari dua orang jurnalis dengan sudut pandang hati nurani.

Komunikasi antarpribadi dapat berlangsung kondusif apabila komunikator (pengirim pesan) menunjukkan rasa empati pada komunikan (penerima pesan). Menurut Sugiyo (2005: 5) empati dapat diartikan sebagai menghayati perasaan orang lain atau turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sementara Surya (Sugiyo, 2005: 5) mendefinisikan bahwa empati adalah sebagai suatu kesediaan untuk memahami orang lain secara paripurna baik yang nampak maupun yang terkandung, khususnya dalam aspek perasaan, pikiran dan keinginan. Individu dapat menempatkan diri dalam suasana perasaan, pikiran dan keinginan orang lain sedekat mungkin apabila individu tersebut dapat berempati. Apabila empati tersebut tumbuh dalam proses komunikasi antarpribadi, maka suasana hubungan komunikasi akan dapat berkembang dan tumbuh sikap saling pengertian dan penerimaan.

Menurut Winkel (1991: 175) bahwa empathy yaitu, konselor mampu mendalami pikiran dan menghayati perasaan siswa, seolah-olah konselor pada saat ini menjadi siswa, tanpa terbawa-bawa sendiri oleh semua itu dan kehilangan kesadaran akan pikiran serta perasaan pada diri sendiri.

  1. Dukungan (Supportiveness)

Komunikasi antarpribadi akan efektif bila dalam diri seseorang ada perilaku supportif. Maksudnya satu dengan yang lainnya saling memberikan dukungan terhadap pesan yang disampaikan. Contoh : ketika dua orang sahabat mengikuti tes masuk perkuliahan, maka satu sama lain akan memberikan dukungan supaya keduanya diterima di universitas yang diinginkannya.

Dalam komunikasi antarpribadi diperlukan sikap memberi dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau berpartisipasi dalam komunikasi. Hal ini senada dikemukakan Sugiyo (2005: 6) dalam komunikasi antarpribadi perlu adanya suasana yang mendukung atau memotivasi, lebih-lebih dari komunikator. Rahmat (2005 :133) mengemukakan bahwa “sikap supportif adalah sikap yang mengurangi sikap defensif”. Orang yang defensif cenderung lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang ditanggapinya dalam situasi komunikan dari pada memahami pesan orang lain.

Maka dalam hal ini komunikasi antar personal akan berjalan secara efektif bila komunikan dan komunikator saling menyukai atau dengan kata lain tertanam hubungan emosional yang kuat dan baik.

  1. PENGARUH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Kita berkomunikasi setiap hari. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi, itulah salah satu aksioma dalam ilmu komunikasi. Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhannya, dengan cara apapun, verbal maupun nonverbal. Tak jarang, kita akan menemui berbagai hambatan dalam berkommunikasi dan berinteraksi antarindividu.

Tak bisa kita pungkiri, kita akan selalu mengalami gesekan-gesekan kecil maupun kompleks dalam hubungan kita dengan teman-teman, terutama teman yang hampir setiap hari bersama kita. Resiko itu muncul sebagian besar karena adanya perbedaan kebudayaan yang melekat pada masing-masing individu. Perbedaan kebudayaan tersebut adalah hambatan yang seringkali menimbulkan konflik. Namun, kita bisa meminimalisir konflik-konflik yang bisa saja terjadi dengan meminimalisir hambatan-hambatan yang ada. Tetapi kita tidak bisa sama sekali menghilangkan hambatan karena itu akan selalu ada dalam setiap kejadian komunikasi, terutama yang berhubungan dengan komunikasi antarbudaya.

Pada satu sisi, komunikasi merupakan mekanisme untuk mensosialiisasikan norma-norma budaya masyarakat, baik secara horisontal, dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya, ataupun secara vertikal, dari suatu generasi ke generasi beriikutnya. Pada sisi lain, budaya menetapkan norma-norma (komunikasi) yang dianggap sesuai untuk suatu kelompok. Budaya ini bahkan mempengaruhi kita setelah kita mati

Berikut adalah cara-cara bagaimana keta dapat mengoptimalkan komunikasi antarbudaya yang akan selalu terjadi karena kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang pasti akan terus berkomunikasi dengan orang yang beragam dari budaya yang beragam pula.

  1. Tambah Pengetahuan Anda

Tidak ada persiapan yang lebih baik untuk komunikasi antarbudaya selain mempelajari budaya lain. Ada beberapa cara yang mudah untuk dilakuakan. Melihat dokumen atau film yang merepresentasikan realitas dari sebuah budaya, jelajahi majalah atau website tentang kebudayaan, mengobrol dan bahkan chatting dengan orang-orang dari berbagai negara. Bagian ini dapat membantu anda untuk menghadapi rasa takut sehingga dapat berinteraksi dengan cara yang efektif dalam komunikasi antarbudaya. Lalu, anda akan mampu memilih informasi yang tepat untuk berkomunikasi.

  1. Mengurangi Ketidakjelasan

Semua interaksi dalam komunikasi mengandung ketidakjelasan dan ambiguitas. Dalam situasi ketidakjelasan yang sangat besar membutuhkan teknik komunikasi yang efektif.

  1. Menerima Perbedaan

Untuk berkomunikasi secara antarbudaya anda harus menerima akan adanya perbedaan antara diri anda dengan orang lain dari budaya yang lain.

  1. Lawan Stereotype Anda

Stereotypes, khususnya ketika berada dibawah kesadaran, dapat membuat masalah komunikasi yang serius. Stereotyping dapat juga membuat anda mengacuhkan keunikan karakteristik dari setiap individu.

  1. Atur Komunikasi Anda

Komunikasi antarbudaya hanya mengambil tempat pada tingkat disaat seseorang dapat mengerti kata-kata dan nonverbal dari orang lain. Karena tidak ada dua orang yang berbagi sistem simbol yang benar-benar sama maknanya, pengaturan akan membuat seluruh interaksi antarpribadi masuk ke dalam interaksi antarbudaya.

  1. Kurangi Etnosentrisme yang Anda Miliki

Etnosentrisme adalah kecenderungan bagi evaluasi sebuah nilai, keyakinan, dan perlilaku dari budaya yang anda miliki menjadi lebih positif, logis, dan alami dibanding yang dimiliiki oleh budaya lain. Hal itu juga menjelaskan bahwa bentik dari patriotisme dan keinginan untuk mengorbankan keuntungan dari sebuah kelompok.

KONFLIK

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.

  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian

Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Contoh dari hambatan komunikasi antabudaya adalah kasus anggukan kepala, dimana di Amerika Serikat anggukan kepala mempunyai arti bahwa orang tersebut mengerti sedangkan di Jepang anggukan kepala tidak berarti seseorang setuju melainkan hanya berarti bahwa orang tersebut mendengarkan. Dengan memahami mengenai komunikasi antar budaya maka hambatan komunikasi (communication barrier) semacam ini dapat kita lalui.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://communicareinstitute.blogspot.com/2009/01/komunikasi-antarpribadi.html

http://communicareinstitute.blogspot.com/search/label/Kliping%20Komunikasi

http://kuliah.dagdigdug.com/2008/04/22/pengertian-komunikasi-antar-pribadi-kap-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kap/

http://www.lusa.web.id/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/

http://www.tomita.web.id/download/terjemahan.pdf

http://kuliah.dagdigdug.com/2008/06/14/memahami-hubungan-antarpribadi/

http://students.ukdw.ac.id/~22033132/komputer%20masyarakat/pengertian.html

http://students.ukdw.ac.id/~22033132/komputer%20masyarakat/contoh.html

http://www.um-pwr.ac.id/web/artikel/317-manajemen-konflik-sebagai-upaya-meningkatkan-kinerja.html

http://oktifauzi.multiply.com/reviews/item/2

http://apadefinisinya.blogspot.com/2007/12/komunikasi.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s