TEORI  KOMUNIKASI

TEORI  KOMUNIKASI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Teori Komunikasi

Dosen Pengampu: Nurhana Marantika

Disusun oleh: Miftahul Haq

NIM: 372016521479

PROGRAMSTUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS HUMANIORA

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

1438-2017

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbi-l-‘alamin. Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua selaku hambaNya. Dan telah memberikan kesempatan kepada penulis, untuk dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Selanjutnya, tak lupa pula ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada orangtua, dan juga dosen pengampu dalam mata kuliah ini. Berkat dukungan dan bimbingannya. Dan taklupa pula,  terimakasih kepada rekan-rekan seperjuangan, yang mana telah membantu, baik itu secara langsung maupun tidak atas terselesainya makalah ini.

Semoga segala apa yang ada dalam makalah ini, mampu nantinya memberikan manfaat. Baik itu untuk penulis sendiri, maupun untuk pembaca nantinya. Amin.

Ponorogo, 13 Februari 2017

Penulis

BAB. I

PENDAHULUAN

 

1.      LATAR BELAKANG

Komunikasi pada zaman ini merupakan sebuah fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat awam di seluruh dunia. Komunikasi sudah seperti sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti hal nya teori dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan lainnya. Komunikasi juga memiliki teori dan juga gagasan yang melandasi ilmu ini.

Dewasa ini, komunikasi sudah semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada didunia ini. Sehingga dalam mempelajarinya banyak cara, maupun metode yang digunakan dalam mempelajarinya. Serta sudutpandang arau perspektif yang berbeda-beda, pastilah muncul dan  menjadi pembahasan yang layak untuk diulas dan dimengerti oleh sebagian banyak masyarakat social sekarang.

Dalam paper ini, saya selaku penulis akan menguraikan tentang penjelasan dari teori komunikasi, diiringi  dengan perspektif dalam komunikasi yang terjadi dilingkungan kita sebagai masyarakat.

2.      RUMUSAN MASALAH

  1. Apa itu pengertian teori?
  2. Apa pengertian teori komunikasi?
  3. Apa itu perspektif dalam komunikasi?

3.      TUJUAN PENULISAN

Makalah ini disusun dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui dan memahami teori komunikasi lebih mendalam. Mulai dari  arti dari makna teori itu sendiri, hingga detail dari dalam teori komunikasi. Serta memahami tentang perspektif dalam teori komunikasi.

BAB. II

PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN TEORI

Teori adalah abstraksi dari realitas. Teori terdiri dari sekumpulan prinsip dan definisi yang secara konseptual mengorganisasikan aspek-aspek dunia empiris secara sistematis. Sedangkan Little John and Foss (2005: 4) mengatakan “A Theory is a system of thought, a way of looking”. Jadi, dapat disimpulkan teori merupakan konseptualisasi mengenai aspek dunia empirik tentang suatu fenomena, peristiwa atau gejala yang telah tersusun secara sistematis dengan penjelasan yang logis.

Ada hubungan yang saling mempengaruhi antara perspektif dengan teori, karena sudut pandang seseorang akan mempengaruhi bagaimana dia akan mengumpulkan prinsip dan definisi dalam dunia empirik secara sistematis. Begitu juga teori akan mempengaruhi perspektif seorang atau sekelompok orang dalam memandang suatu fenomena.

Didalam dunia akademisi teori dijadikan alat berpikir untuk mempelajari peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala yang ada disekitar. Peristiwa atau gejala tersebut disebut dengan data atau fakta. Dalam proses pembuatan teori, Little John dan Foss (2005) memberikan gambaran sederhana yang mencakup tiga hal sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pertanyaan.
  2. Pengamatan.
  3. Mengkonstruksi Jawaban

Karena teori adalah konstruksi ciptaan manusia secara individual, maka sifatnya relatif, dalam arti tergantung pada cara pandang si pencipta teori, sifat dan aspek yang diamati, serta kondisi-kondisi lain yang mengikat seperti waktu, tempat, dan lingkungan sekitar diamana teori tersebut di buat.

2.      PENGERTIAN TEORI KOMUNIKASI

Pengertian Teori Komunikasi Menurut Para Ahli

Borman – Teori komunikasi adalah satu perkataan / istilah yang merupakan paying untuk semua perbincangan dan analisis yang dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar, tentang komunikasi.

Little John – Teori komunikasi adalah satu teori atau sekumpulan “pemikiran kolektif” yang didapati dalam keseluruhan teori terutamanya yang berkaitan proses komunikasi.

Cragan dan Shields – Teori komunikasi merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu memberi, secara keseluruhan ataupun sebabagiannya, keterangan, penjelasan, penerangan, penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton, dan sebagainya) untuk jangka masa tertentu melalui media.

Disamping pengertian dari teori komunikasi tadi, ada juga macam-macam teori komunikasi, berikut adalah ulasannya:

  1. Teori Behaviorisme – Salah satu ilmuwan komunikasi yang mensupport toeri behaviorisme adalah Jhon B. Watson (1878-1958), seorang ilmuwan di Amerika ini disebut sebagai Bpk. behaveorisme, disebutkan bahwa dari teori ini semua perilaku, termasuk tindak balasan atau yang dikenal dengan respon itu semua disebabkan dari adanya stimulus (rangsangan), pernyataan tsb kita bisa menyimpulkan bahwa kalau suatu rangsangan telah diamati & diketahui maka respon dari seseorang tsb akan mudah dan bisa diprediksikan, dari setiap perilaku dapat kita pelajari melalui hubungan rangsangan dan juga respon.
  2. Teori Informasi – Teori informasi ini merupakan sebagian dari teori komunikasi yang klasik, teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949, Weaver. 1949), pada teori ini disebutkan bahwa komunikasi sebagai transmisi pesan & bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media dalam berkomunikasi, di dalam teori komunikasi informasi ini menitik beratkan pada saluran atau media yang digunakan oleh transmitter jika sinyal dalam media ini tidak baik maka proses komunikasi tersebut akan tidak lancar begitu sebaliknya.
  3. Teori Agenda Setting – Teori Teori Agenda Setting hampir sama dengan teori informasi karena dalam teori ini sama-sama bergantung pada media, teori ini dikenalkan oleh Mc Combs dan DL Shaw (1972). Toeri ini mempunyai argumen bahwa media sangat memberi tekanan kepada suatu kejadian, dari kejadian itu media mengangkat peristiwa tsb dan mempengaruhi masyarakat untuk menganggap peristiwa tersebut penting. Dapat disimpulkan jika hal apa yang dianggap penting oleh media, maka penting juga bagi masyaakat.
  4. Teori Uses and Gratifications (kegunaan dan kepuasan) – Teori ini dikemukakan oleh Herbert Blumerdan Elihu Katz (1974). Pada teori ini hal yang di utamakan ialah pengguna media, pengguna media mempunyai peran yang aktif dalam teori ini, untuk memilih dan menggunakan media tersebut.
  5. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa – Teori dependensi efek komunikasi dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), teori ini lebih menfokuskan kepada kondisi struktural pada suatu masyarakat, dari struktural masyarakat ini kecendurangan akan terjadi suatu efek media massa. Teori ini bisa diakusisi oleh para komunitas masyarakat modern dan bagaimana masyarakat modern mempunyai anggapan bahwa media massa merupakan pusat informasi yang mempunyai andil penting dalam proses memelihara, perubahan, dan konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.

3.      PERSPEKTIF DALAM TEORI KOMUNIKASI

Perspektif bisa diartikan sudut pandang atau cara pandang kita terhadap sesuatu. Cara memandang yang kita gunakan dalam mengamati kenyataan akan menentukan pengetahuan yang kita peroleh. Suatu perspektif tidak berlaku secara semena–mena atau sesuka hati. Rumah adalah rumah, tidak mungkin atas nama perspektif ia dianggap semangka.

Jadi, perspektif pada satu sisi menyerap benda itu sekaligus makna dari pengetahuan tentang benda itu dalam kerangka epistemologis. Perspektif selalu mendahului observasi kita. Kita bisa saja mengamati suatu peristiwa dengan pikiran kita yang terbuka dan netral, namun begitu kita harus mengobservasi suatu hal, kita akan melakukannya dengan cara tertentu.

Perspektif yang dapat memberikan kepada kita konseptualisasi realitas yang paling bermanfaat bagi pencapaian tujuan kita. Istilah paradigma dari Kuhn diinterpretasikan begitu berbeda-beda sehingga mencegah penggunaannya secara netral. Simpulnya, pengunaan perspektif cukup tepat bagi ilmu komunikasi, salah satu alasannya dapat ditemukan pada apa yang dipaparkan oleh Fisher.

Fisher mengungkapkan bahwa: “…Bilamana seseorang mengamati peristiwa komunikasi, orang tidah memandang apakah orang itu yakin pada teori komunikasi tertentu atau memegang teguh proposisi aksiomatis tertentu dalam benaknya. Yang terlihat olehnya adalah bahwa orang tadi membuat gerakan dan suara tertentu. Relevansi atau arti pentingnya dari gerakan dan suara itu merupakan produk dari konsep yang dipergunakan untuk memahami peristiwa komunikatif tersebut. Konsep itu menentukan apa yang relevan dalam peristiwa tadi; dan dalam pengertian ini maka apa yang tidak dicakup oleh orang tadi, dicakup oleh konsep tadi dan dinyatakan sebagai hal yang tidak relevan”  (Fisher, 1990:89)

 

  1. Perspektif Mekanistis

Para ahli teori sosial dan filsuf ilmu umumnya sependapat bahwa ilmu sosial/ perilaku amat banyak meminjam dari ilmu fisika, pada saat disiplin baru itu menjalani perkembangan selama tahun-tahun pembentukannya. Perspektif mekanistis komunikasi manusia menekankan pada unsur fisik komunikasi, penyampaian dan penerimaan arus pesan seperti ban berjalan di antara sumber atau para penerimanya. Semua fungsi penting dari komunikasi terjadi pada saluran, lokus , perspektif mekanistis. Ilmu fisika yang dominant pada beberapa abad ini merupakan perspektif mekanistis, umumnya dikenal sebagai “fisika klasik”.

 

  1. Perspektif Psikologis

Banyak penelitian komunikasi dalam tradisi empiris ilmu sosial kontemporer telah meminjam secara besar-besaran dari psikologi, tetapi fenomena ini dapat dimengerti. Sejak berabad-abad komunikasi meminjam dari disiplin lain seperti filsafat, sosiologi, bahasa dan lain sebagainya. Banyak yang menganggap bahwa tradisi meminjam ini adalah hal yang wajar karena komunikasi merupakan disiplin yang elektik (electic). Seperti halnya komunikasi, psikologi merupakan disiplin yang beraneka ragam dengan spesialisasi-spesialisasi yang dihubungkan secara longgar, misalnya psikologi kepribadian, psikologi sosial, psikologi industri, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, pandangan psikologis komunikasi tidak mencakup semua hal dari satu teori saja dalam psikologi. Ingat bahwa peminjaman komunikasi dari psikologi secara relatife bersifat dangkal dan sporadis. Akibatnya, disini tidaklah dimaksudkan untuk mengemukakan cirri-ciri esensial penjelasan psikologis. Akan tetapi, tujuannya adalah untuk menandai ciri-ciri penjelasan psikologis yang tampaknya mengarahkan ahli komunikasi yang mempergunakannya, contoh nya seperti:

  1. Penerimaan Stimuli oleh Alat-alat Indera
  2. Mediasi Internal Stimuli
  3. Peramalan Respons
  4. Peneguhan (Reinforcement) Respons.
  5. Perspektif Interaksional

Popularitas interaksional berasal dari reaksi humanistis terhadap mekanisme dan psikologisme. Akan tetapi, yang lebih penting lagi adalah pemberian penekanan yang manusiawi pada diri sebagai unsur pokok perspektif interaksional.

Fenomena pengambilan peran inilah yang memungkinkan adanya pengembangan diri semata- mata sebagai proses sosial- dalam proses intropeksi maupun ekstropeksi. Oleh karena hanya melalui interaksi sosial hubungan dapat dikembangkan. Dan pengambilan peran tidak hanya merupakan unsur sentral dari perspektif interaksional, akan tetapi juga menjadi unsur yang unik.

Perspektif interaksional menekankan tindakan yang bersifat simbolis dalam suatu perkembangan yang bersifat proses dari komunikasi manusia. Penekanannya pada tindakan memungkinkan pengambilan peran untuk mengembangkan tindakan bersama atau mempersatukan tindakan individu dengan tindakan individu- individu yang lain untuk membentuk kolektivitas. Tindakan bersama dari kolektivitas itu mencerminkan tidak hanya pengelompokan sosial akan tetapi juga adanya perasaan kebersamaan ataupun keadaan timbal balik dari individu- individu yang bersangkutan, yang dilukiskan dalam model sebagai “kesearahan” orietasi individu- individu terhadap diri orang lain, dan objek.

  1. Perspektif Pragmatis

Pragmatis merupakan studi tentang bagaimana lambang-lambang itu berhubungan dengan orang lain. Aspek pragmatis komunikasi berpusat pada perilaku komunikator sebagai komponen fundamental komunikasi manusia. Pragmatika berpandangan bahwa komunikasi dan perilaku sesungguhnya sama.

Pada prinsipnya perspektif pragmatis merupakan alternatif bagi perspektif mekanistis dan psikologis, dengan memfokuskan pada urutan perilaku yang sedang berlangsung dalam ruang lingkup filosofis dan metodologis teori system umum dan teori informasi. Penekanannya pada urutan interaksi yang sedang berjalan, yang membatasi dan mendefinisikan system sosial, merupakan pemindahan dari penekanan perspektif interaksional pada pengambilan peran yang diinternalkan. Meskipun demikian, pemberian penekanan pada perilaku interaktif, sekalipun penjelasan kejadiannya itu berbeda, merupakan penekanan yang sama bagi perspektif pragmatis dan interaksional.

Selanjutnya untuk memahami komunikasi manusia adalah mengorganisasikan urutan yang sedang berlangsung ke dalam kelompok- kelompok karakteristik sehingga peristiwa itu “cocok” satu sama lainnya dalam suatu pola yang dapat ditafsirkan. Urutan itu diberi cara penggunaannya berkat ketrbatasanyang diberikan pada pilihan interaktif; yakni, makin redudan urutan itu, makin banyak struktur yang diperlihatkan oleh pola interaksi.

Untuk mengkonseptualisasikan komunikasi dari perspektif pragmatis sama saja dengan memperbaharui secara drastis pola pikiran yang semula tentang komunikasi. Akan tetapi untuk mengkonseptualisasikan komunikasi sebagai suatu tindakan “partisipasi” atau “memasuki” suatu system komunikasi ataupun hubungan memerlukan “goncangan” pada cara berpikir kita yang tradisional.

Walaupun demikian, kemampuan untuk mengenal cara kita berpikir dan menggunakan berbagai perspektif merupakan suatu tanda seorang yang terpelajar, dan kemampuan untuk mengkonseptualisasikan, termasuk kemampuan untuk merekonseptualisasikan adalah isyarat adanya pemahaman yang meningkat.

  1. Kombinasi Perspektif

Setiap perspektif secara relatif terpisah secara relatif antar yang satu dengan yang lain. Menurut Aubrey Fisher, agar penelitian produktif hendaknya menyadari pemakaian kombinasi perspektif dan secara sadar mencegah adanya kombinasi yang tidak konsisten atau tidak searah. Prasyarat bagi setiap pengembangan teoritis komunikasi adalah adanya kesadaran kritis tentang perspektif teoritis yang ada dan yang sedang diterapkan.

Perspektif bukan hanya perspekti mekanistis, psikologis, interaksionis, dan pragmatis saja, melainkan masih ada yang lain diantaranya: perspektif ekologi atau kontekstual tentang komunikasi manusia konsisten dengan definisi komunikasi sebagai proses adaptasi orgaisme kepada lingkungan. Perspektif ekologi lebih bersifat asumtif dari pada aktual.

Perspektif dramatisme, lebih berpengaruh dan populer dari pada pandangan ekologis adalah dampak dramatisme atas komunikasi. Daramatisme lebih bersifat analogis dari pada teoritis. Model dramatis menempatkan individu dan perilaku sosial dalam analogi dramatis yang menandai aktor sosial pada “panggung” kehidupan yang sebenarnya. Sebagai model atau analogi organisasi komunikasi, dramatisme sangat bersifat heuristic, kaya dengan ide- ide yang potensial.

Perspektif memang memberikan pengaruh besar pada akumulasi pengetahuan yang potensial yang menyangkut proses komunikatif. Pengaruh utama dari perspektif ialah menentukan/ mengarahkan pemahaman seseorang tentang konsep komunikasi. Salah satu cara untuk menerangkan pengaruhnya adalah mengatakan bahwa perspektif yang berbeda memberikan interpretasi yang berlainan juga.

Sebagian orang mungkin akan menafsirkan perspektif itu sebagai suatu metodelogi penelitian, jelas bukan. Begitu pula suatu metodelogi tertentu tidaklah unik atau bahkan paling tetap bagi suatu perspektif apapun. Dalam kenyataannya, setiap metodelogi penelitian apapun dapat cocok dalam salah satu dari keempat perspektif itu, hanya tergantung pada sifat pernyataan penelitian tertentu yang ditanyakan- bukan pada perspektif filosofisnya itu sendiri.

BAB. III

PENUTUP

1.     KESIMPULAN

Teori merupakan sekumpulan prinsip dan definisi yang secara konseptual mengorganisasikan aspek-aspek dunia empiris secara sistematis. Sehingga dapat dikatakan, bahwa teori komunikasi merupakan konseptualisasi mengenai aspek dunia empirik tentang suatu fenomena, peristiwa atau gejala didalam masyarkat yang telah tersusun secara sistematis dengan penjelasan yang logis.

Yang mana meliputi tentang peristiwa kehidupan manusia dalam bermasyarakat di lingkungannya. Seseorang akan sangat berpengaruh bagaimana dia akan mengumpulkan prinsip dan definisi dalam dunia empirik secara sistematis. Sehingga, segalanya tentang komunikasi dapat dipahami serta diterapkan teori, serta ilmu-ilmunya.

Selanjutnya akan muncul beberapa cara pandang atau perspektif dalam memahami komunikasi ini. Secara tidak langsung, perspektif muncul berbeda beda, dan ini lah yang membuat teori komunikasi ini berkembang dan lebih luas artian nya. Dan ilmu dari teori komunikasi pun dapat meyesuaikan dengan perkembangan teori lainnya yang dipelajari dalam masyarakat.

2.     SARAN

Semoga, paper yang penulis susun ini, dapat memberikan manfaat terhadap pembaca. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Agar kehidupan kita dalam bermasyarakat khususnya dalam berkomunikasi dengan siapa saja dapat lebih baik lagi. Karena, manusia tidak akan dapat hidup tanpa adanya komunikasi terhadap sekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aubrey, B Fisher. 1978. Teori-teori Komunikasi.. PT. Remaja Rosda Karya, Bandung

Morissan. 2014. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Kharisma Putra Utama. Jakarta

J, Warner Severin. 2011. Teori Komunikasi. Kencana Predana Media Group. Jakarta

http://www.seputarpengetahuan.com/2015/10/pengertian-teori-komunikasi-dan-macamnya-lengkap.html  12-Feb-17 21:53

http://wan-firmansyah.blogspot.co.id/p/prespektif-komunikasi.html  12-Feb-17 22:42

http://denontarr.blogspot.co.id/2008/11/perspektif-komuniaksi-b-aubrey-fisher.html 12-Feb-17 22:05

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s